Tips Penelitian di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Sulawesi Tenggara

I. TIPS PENELITIAN DI TAMAN NASIONAL

Bagi rekan-rekan baik peneliti, dosen, LSM atau mahasiswa yang berminat untuk melaksanakan penelitian di dalam kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, penulis ingin berbagi beberapa tips agar pelaksanaan penelitian berjalan lancar dan hasilnya bermanfaat. Pada dasarnya, prosedur atau tata cara penelitian (research) di Taman Nasional Indonesia itu mirip, hanya ada sedikit modifikasi dari standar aturan umum masuk kawasan konservasi yang dibuat secara nasional. Untuk lebih jelasnya, tips penelitian di kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai akan dibagi menurut pihak-pihak yang akan melaksanakan penelitian. Baca lebih lanjut

SK Dirjen PHKA No SK 133 Tahun 2014 Penetapan Rayon PNBP Taman Nasional : TNRAW di Rayon III

PEMBAGIAN RAYON TAMAN NASIONAL

Keputusan Dirjen PHKA No SK 133 Tahun 2014 tanggal 17 Juni 2014 disusun sebagai pelaksanaan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.36/Menhut-II/2014 tentang Tata Cara Penetapan Rayon Di Taman Nasional, Taman Hutan Raya, Taman Wisata Alam dan Taman Buru Bidang Pariwisata Alam. Seperti diketahui, sejak diberlakukan Permenhut nomor P. 36 tahun 2014, maka pembagian Taman Nasional Indonesia ke dalam rayon I, II dan III sebagaimana diatur oleh Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.11/Menhut-II/2007 dinyatakan tidak berlaku lagi. Mengacu aturan baru tersebut, Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai berubah rayon, sebelumnya berada pada rayon II menjadi rayon III. Baca lebih lanjut

GRATIS PNBP : Pemanfaatan Kawasan Taman Nasional untuk Penelitian Pelajar dan Mahasiswa

DASAR ATURAN

Dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.38/ Menhut-II/2014 tanggal 6 Juni 2014 maka Pemanfaatan Kawasan Taman Nasional untuk Penelitian Pelajar dan Mahasiswa dikenakan tarif PNBP nol rupiah (Rp 0.-). Peraturan ini mengatur tentang Tata Cara dan Persyaratan Kegiatan Tertentu Pengenaan Tarif Rp.0,00 (Nol Rupiah) di Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam, Taman Buru dan Hutan Alam. Dasar pelaksanaannya adalah implementasi dari Pasal 5 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Kehutanan. Pelajar/ Mahasiswa yang dimaksud dalam Permenhut ini adalah siswa/pelajar yang tingkatannya lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang biasa yang sedang menjalani pendidikan/pendidikan tinggi di sebuah Universitas/perguruan tinggi atau sekolah. Baca lebih lanjut

Lokasi Mancing Mania : Berburu Ikan Kerapu Monster di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai

Lokasi mancing mania kali ini ada di Sulawesi Tenggara, tepatnya di Muara Lanowulu, Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Tim mancing mania beranggotakan 8 orang, yaitu Putu, Tamsar, Tubagus, Pak Dewa, Deden, 2 teman dan tentu saja penulis. Sesuai rencana, tim berangkat ke lokasi dengan menyewa perahu katinting dari nelayan setempat. Kami memilih hari libur, yakni Minggu tepatnya tanggal 15 Juni 2014 sebagai hari perburuan. Sasaran utamanya tentu saja “Ikan Kerapu Monster” yang menjadi legenda para pemancing di Muara Lanowulu.  Baca lebih lanjut

Penyesuaian Tarif Masuk (PNBP) Pengunjung Di Kawasan Taman Nasional Tahun 2014

Penyesuaian Tarif PNBP di Kawasan Taman Nasional tahun 2014 adalah salah satu upaya Pemerintah mendorong Penerimaan Negara dari sektor Pendapatan Nasional Bukan Pajak (PNBP). Pemerintah kita telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Kehutanan sebagai revisi atas Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 1998 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Departemen Kehutanan dan Perkebunan. PP tersebut mulai berlaku 30 hari sejak ditandatangani oleh Presiden. Baca lebih lanjut

Konversi Atribut Data Spasial Format shp dari ArcGIS ke MS Excel untuk Persiapan Regresi dengan SPSS

Salah satu cara untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian gangguan tertentu di suatu kawasan hutan tertentu adalah dengan melakukan analisis regresi spasial. Untuk mendukung analisis tersebut, data spasial yang sebelumnya berformat shp dapat dikonversi menjadi format MS Excel. Proses konversi ini dapat dilakukan dengan baik oleh ArcGIS. Konversi perlu dilakukan apabila dalam analisis statistik akan dilakukan analisis regresi pada beberapa variabel bebas terhadap variabel tak bebasnya menggunakan software SPSS. ArcGIS sendiri sebenarnya telah cukup mampu meregresikan  beberapa variabel bebas menggunakan analisis statistik khususnya untuk regresi linier. Akan tetapi bagi banyak orang, penggunaan software semacam SPSS sepertinya lebih disukai, karena memang software ini dirancang khusus untuk mengolah data-data statistik. Baca lebih lanjut

Cara Memasukkan Titik Hotspot Kebakaran ke Dalam GPS untuk Ground Check

Hotspot sebagai indikator kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di lapangan saat ini semakin banyak digunakan. Hotspot merupakan salah satu alat deteksi dini kebakaran. Ketika koordinat hotspot telah diketahui maka pekerjaan selanjutnya adalah menggerakkan tim pemantau lapang melakukan ground check. Pemantauan ini perlu dilakukan mengingat tidak semua hotspot merupakan kejadian kebakaran hutan di lapangan. Apabila memang terjadi kebakaran, maka peran tim pemantau (ground check) ini adalah untuk memastikan dimanakah sebenarnya posisi pasti kebakaran hutan yang sedang berlangsung dengan melihat tanda-tanda keberadaan asap atau tanda-tanda kebakaran lainnya.

Data hotspot kadangkala diterima pengelola kawasan hutan dalam format shp atau text (*.txt). Untuk format *.txt, data hotspot masih memerlukan pengelolaan lebih lanjut agar terbaca di GPS dan analisis software pemetaan. khusus untuk pencarian titik api di lapangan, petugas pengendalian kebakaran hutan selain mengamati posisi hotspot pada peta kerja, dapat pula mencari titik api di lapangan dengan memanfaatkan GPS. Berikut ini tutorial cara memasukkan titik hotspot ke dalam GPS (Perangkat software yang diperlukan : ArcGIS dan DNRGPS). Baca lebih lanjut