Flora/Fauna

A. FAUNA

1. Anoa Dataran Rendah (Bubalus depresicornis)

Spesies ini adalah binatang terancam punah paling langka di Pulau Sulawesi dan hanya dijumpai di beberapa kawasan lindung. Di TN Rawa Aopa Watumohai, Anoa jenis ini teridentifikasi hidup soliter dan berkelompok (pernah mencapai 3 ekor). Mereka juga sangat sensitif terhadap kehadiran manusia.

Patung Kepala Anoa Dataran Rendah menjadi Satwa Maskot di Tugu Pemda Konsel

Patung Kepala Anoa Dataran Rendah menjadi Satwa Maskot di Tugu Pemda Konsel

Anoa Dataran Rendah di TN Rawa Aopa Watumohai (2016)

Anoa Dataran Rendah hidup berkeliaran di TN Rawa Aopa Watumohai (2016)

Kotoran Anoa Dataran Rendah di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (2014)

Kotoran Anoa Dataran Rendah di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (2014)

Ukuran Jejak Anoa Dataran Rendah TNRAW (2014)

Ukuran Jejak Anoa Dataran Rendah TNRAW (2014)

2. Monyet hitam (Macaca ochreata)

Termasuk satwa langka endemik Sulawesi yang hidup berkelompok (anggota kelompok di Hutan Pendidikan Tatangge mencapai lebih dari 15 ekor). Di TN Rawa Aopa Watumohai, monyet jenis ini memiliki penyebaran pada ekosistem hutan dan savana dengan penyebaran utama kawasan berdekatan dengan lokasi pemukiman/perkebunan.

Macaca ochreata Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (Sugiarto, 2011)

Monyet hitam di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (Sugiarto, 2011)

Koloni monyet hitam di TN Rawa Aopa Watumohai (Sutarya 2014)

Koloni monyet hitam di TN Rawa Aopa Watumohai (Sutarya 2014)

3. Kus kus

Satwa langka ini memiliki bentuk tubuh seperti garangan, namun ukurannya lebih besar. Wilayah penyebaran di kawasan TN Rawa Aopa Watumohai cukup luas dan merata. Kadang-kadang dijumpai di daerah perkebunan untuk mencari makanan.

Kus kus di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (Machmud, 2011)

Kus kus di TN Rawa Aopa Watumohai (Machmud, 2011)

4. Kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea)

Burung paruh bengkok ini merupakan jenis endemik kawasan Wallacea dimana kondisi populasinya sudah terancam punah. Wilayah penyebaran di kawasan TN Rawa Aopa Watumohai meliputi ekosistem hutan dan savana. Habitat yang paling disukai adalah daerah berhutan dengan pepohonan yang sangat tinggi (pohon kolaka) di dekat savana atau perkebunan. Makanannya biji-bijian dan pucuk daun bambu.

Kakatua Kecil Jambul Kuning di TN Rawa Aopa Watumohai (Sugiarto, 2014)

Kakatua Kecil Jambul Kuning di TN Rawa Aopa Watumohai (Sugiarto, 2014)

5. Rangkong Sulawesi (Rhyticeros cassidix)

Satwa ini memiliki paruh yang kuat untuk memecahkan biji-bijian. Wilayah penyebarannya di TN Rawa Aopa Watumohai cukup luas, pada ekosistem hutan, savana (berhutan) dan rawa (berhutan). Selain kondisi fisiknya, burung ini mudah dikenali karena suara kepakan sayapnya cukup keras.

Rangkong Sulawesi TN Rawa Aopa Watumohai (Perjaka, 2014).jpg

Rangkong Sulawesi di TN Rawa Aopa Watumohai (Perjaka, 2014)

6. Maleo (Macrocephalon maleo)

Satwa endemik ini termasuk megapoda atau burung dengan telur besar mencapai 8 kali telur ayam. Wilayah penyebarannya di TN Rawa Aopa Watumohai adalah ekosistem savana dan pinggiran hutan. Perilaku maupun karakteristik habitat burung yang mirip ayam hutan ini cukup unik dan berbeda dengan maleo di Sulawesi Tengah. Kondisi populasinya sudah terancam punah.

Burung Maleo di TN Rawa Aopa Watumohai (Moersidi, 2014)

Burung Maleo di TN Rawa Aopa Watumohai (Moersidi, 2014)

Telur Burung Maleo di TN Rawa Aopa Watumohai (Moersidi, 2014)

Telur Burung Maleo di TN Rawa Aopa Watumohai (Moersidi, 2014)

7. Burung kirik-kirik (Merops sp)

Burung ini merupakan penghuni utama savana TN Rawa Aopa Watumohai. Banyak dijumpai pada ranting-ranting pohon kecil atau perdu. Satwa ini juga dijumpai pada ekosistem mangrove, rawa dan hutan dengan vegetasi yang jarang.

Burung kirik-kirik (Merops sp) penghuni Savana TN Rawa Aopa Watumohai

Burung kirik-kirik (Merops sp) penghuni Savana TN Rawa Aopa Watumohai (Sugiarto, 2014)

8. Elang ikan (Pandion haliaetus)

Satwa langka ini di TN Rawa Aopa Watumohai dijumpai hidup berkelompok. Bulu kepala dan dada berwarna putih, sedangkan sayapnya berwarna coklat. Wilayah penyebarannya cukup luas pada berbagai tipe ekosistem.

Elang ikan (Pandion haliaetus) di TN Rawa Aopa Watumohai

Elang ikan (Pandion haliaetus) di TN Rawa Aopa Watumohai

9. Burung Aroweli atau Bluwok (Mycteria cinerea)

Aroweli (Milky Stork) termasuk jenis burung migran, wilayah penyebaran utamanya di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai adalah ekosistem mangrove dan rawa. Burung ini ketika mencari makan membentuk kelompok-kelompok kecil beranggotakan 3-15 ekor dan pada saat-saat tertentu berkumpul menjadi kelompok besar (anggota mencapai lebih dari 100 ekor).

Sekelompok Aroweli atau Bluwok (Mycteria cinerea) berjumlah 101 ekor terbang memutar di TN Rawa Aopa Watumohai (Sugiarto 2014)

Sekelompok Aroweli atau Bluwok (Mycteria cinerea) berjumlah 101 ekor terbang memutar di atas kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (Sugiarto 2014)

B. FLORA

1. Kayu Bayam (Intsia bijuga)

Kayu Bayam (Intsia bijuga) di TNRAW (Hasruddin, 2011)

Kayu Bayam di Resort Ladongi (Machmud, 2011)

2. Kalapi (Calappia celebica)

Pohon Unggulan Kalapi di TN Rawa Aopa Watumohai (Machmud, 2014)

Pohon Unggulan Kalapi di TN Rawa Aopa Watumohai (Machmud, 2014)

3. Bakau (Rhizphora sp.)

Bakau bakau besar memperkaya ekosistem Mangrove di TNRAW

Banyaknya pohon bakau (Rhizophora sp) berukuran besar memperkaya ekosistem Mangrove TNRAW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s