Asiknya Obyek Wisata Alam Bukit Pampaea TN Rawa Aopa Watumohai

Bukit Teletubies Pampaea dengan rumput yang selalu pendek

Bukit Teletubies Pampaea dengan rumput yang selalu pendek

Sebagian orang menyebutnya Bukit Teletubies, sebagian lainnya menamakan Bukit Pampaea. Ini adalah perpaduan antara keunikan bentang alam, kekayaan ekologi dan material penyusun tanah. Orang bijak berkata “Berdirilah di puncaknya, maka engkau akan tahu betapa kecil dirimu di hadapan Tuhan Yang Maha Besar“. Ini memang luar biasa.

Bukit Pampaea dapat dicapai dengan mudah melalui jalan trail sepanjang 10 km dari jalan Poros Tinanggea-Lantari Jaya. Di sepanjang bukit, jalan trail telah mengalami pengerasan alami karena tanah di Bukit Pampaea tersusun atas batu-batuan, pasir dan kerikil. Memanfaatkan kendaraan roda dua, motor dapat dipacu dengan kecepatan lebih dari 30 km/jam. Lebih enak lagi kalau kendaraan yang dibawa jenis trail, lebih mudah manuver menyusuri jalan-jalan kecil. Sedapat mungkin tidak bonceng penumpang agar perjalanan menjadi lebih nyaman.

Kondisi Umum

Bukit Pampaea berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Bombana. Luasnya lebih dari 1500 ha dan didominasi oleh ekosistem savanna. Lahan berhutan dijumpai membentuk spot-spot dan biasanya hanya tumbuh di sekitar aliran sungai atau genangan air (rawa). Ekosistem ini tergolong unik karena rumput yang tumbuh selalu pendek, baik pada musim penghujan maupun kemarau. Ketinggiannya tidak melebihi lutut orang dewasa. Ini berbeda dengan kondisi umum savanna lainnya dimana pada musim penghujan rumput bisa mencapai ketinggian orang dewasa sedangkan musim kemarau nyaris habis karena kering. Faktor penyebabnya adalah lahan yang didominasi oleh pasir, kerikil dan bebatuan sehingga rumput atau pohon sulit tumbuh.

Dalam pengelolaan kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW), kawasan ini berada pada wilayah Resort Langkowala, SPTN Wilayah II. Posisinya berada di atas zona rimba sehingga memungkinkan dilakukan kegiatan wisata terbatas. Kondisi lingkungan yang masih alami, daya tarik panorama alam, aksesibilitas yang mudah dan keunikan-keunikan flora/faunanya menyebabkan kawasan ini layak untuk dimasukkan dalam daftar rencana kunjungan wisata kita.

Aktivitas Wisata

Berikut ini beberapa aktivitas wisata yang cukup menarik dilakukan di Bukit Pampaea dan kawasan sekitarnya :

Photo hunting

Panorama Bukit Pampaea pada musim kemarau dan penghujan relatif mirip. Kondisi yang paling membedakan adalah warna rerumputan. Pada musim penghujan, Bukit Pampaea diselimuti rumput berwarna hijau, sedangkan pada musim kemarau warnanya coklat kekuning-kuningan mirip padi yang telah tua. Jika ingin mengabadikan luasnya savanna sebaiknya fotografer mengambil gambar dari posisi puncak bukit. Terdapat beberapa pilihan panorama, seperti hamparan savanna di perbukitan, savanna dikelilingi kelompok-kelompok hutan atau hamparan savanna dengan background Gunung Watumohai.

Gundukan perbukitan Pampaea menjadi obyek perburuan foto topografis

Gundukan perbukitan Pampaea menjadi obyek perburuan foto topografis

Bagi para penikmat foto malam, hamparan savanna yang bergunduk-gunduk dapat dipotret dengan background bintang. Obyek foto dapat diganti sesuai minat fotografer misalnya gundukan savanna diganti dengan obyek manusia atau tenda di atas perbukitan. Background masih mempertahankan hamparan bintang-bintang di langit.

Pengamatan burung

Pengamatan burung dapat dilakukan pagi pukul 06.00-09.00 maupun sore hari pukul 15.00-18.00 WITA. Pada waktu-waktu tersebut, cahaya matahari intensitasnya tidak terlalu banyak sehingga lebih mudah mengatur pencahayaan kamera. Selain itu, burung-burung juga lebih mudah dijumpai karena mamasuki waktu bangun dan menjelang tidur. Pada waktu pagi dan sore mereka memiliki perilaku lebih atraktif, berkicau dan berinteraksi satu dengan lainnya.

Pengamatan elang beserta sarangnya

Pengamatan elang beserta sarangnya

Jenis burung yang cukup menarik sebagai obyek pengamatan adalah elang, maleo dan kakatua kecil jambul kuning. Dari ketiga spesies tersebut, elang tergolong paling mudah dijumpai. Jenis yang cukup banyak tinggal di kawasan ini adalah elang ular Sulawesi, biasa dijumpai bertengger di pepohonan pinggir savanna atau sungai. Makanannya tikus, ular atau burung-burung kecil. Pengamatan elang dapat pula dilakukan pada lokasi sarangnya. Mereka membangun sarang dari ranting-ranting dan disusun di atas percabangan pohon pulai. Ukuran diameter sarang sekitar 1 m.

Bagi para pecinta burung paruh bengkok, pengamatan burung dapat dilakukan di sekitar sungai Pampaea. Obyek pengamatannya adalah burung kakatua kecil jambul kuning saat terbang melintas, mencari makan dan bermain di atas pohon kolaka. Mereka sangat menyukai pohon-pohon besar dengan ketinggian di atas 30 m. Waktu pengamatan yang paling baik pukul 05.30-07.30 dan 17.00-18.00 WITA.

Burung langka ini biasa terbang berpasangan. Makanannya biji-bijian dan terkadang memakan pucuk daun bambu duri. Kedatangannya mudah dikenali karena burung ini sering mengeluarkan suara keras ketika terbang atau bertengger. Warnanya putih bersih dengan jambul berwarna kuning. Cara terbangnya cukup unik dimana frekuensi kepakan sayap tiap detiknya cukup tinggi. Seolah-olah mereka menghindarkan diri dari jatuh ke bawah.

Spesies lain yang potensial adalah burung maleo. Burung ini tergolong unik karena tidak mengerami telurnya. Ukuran telur setara dengan 8x telur ayam, dipendam di dalam tanah berpasir dengan kedalaman 0.5-1.25 m. Lokasi bersarang maleo berdekatan dengan lokasi kakatua kecil jambul kuning, sehingga dalam satu lokasi dapat mengamati 2 obyek sekaligus. Waktu pengamatan paling baik sekitar pukul 06.00-10.00 dan 15.00-18.00 WITA. Biasanya maleo memilih waktu bertelur antara pukul 09.30-11.00. Mengingat burung khas Sulawesi ini cukup sensitive, sebaiknya pengamat tiba di lokasi lebih dulu dibanding unggas yang satu ini.

Jelajah Savana

Aktivitas jelajah savanna sebaiknya mengendarai motor trail. Jalur lintasannya membelah savanna dan melintasi puncak perbukitan Pampaea. Di sepanjang kiri dan kanan trail terhampar luasnya savanna. Pengendara motor akan merasakan sensasi menantang ketika harus melalui beberapa gundukan tanah dan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Jelajah savana

Jelajah savana

Jika menginginkan rute yang lebih panjang, jelajah savanna dapat dilanjukan ke arah Bukit Modus. Jaraknya sekitar 11 km dari Bukit Pampaea. Dengan kecepatan 30 km/jam, Bukit Modus dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit. Dari Bukit Modus, terdapat 2 pilihan untuk rute kembali, bisa berbalik ke arah Bukit Pampaea atau memutar ke arah Tali-Taliawa – Hukaea Laea lalu menuju jalan poros Tianggea-Lantari Jaya. Jalur memutar ini cukup menarik karena tidak hanya melalui savanna. Perjalanan motor di sela-sela pepohonan dan menyeberangi sungai merupakan daya tarik tersendiri pada rute ini.

Menikmati Sunset

Sunset di savana Pampaea TN Rawa Aopa Watumohai

Sunset di savana Pampaea TN Rawa Aopa Watumohai

Sunset dengan background savanna sepertinya akan menjadi alternatif terhadap wisata sunset ber-background air yang biasa dilakukan selama ini. Jika di pantai penampakan matahari tenggelam ke dalam air, maka sunset di Bukit Pampea posisi tenggelam berada di belakang savanna yang luas. Terkadang juga posisi tenggelam ada di pepohonan pinggir savanna atau perbukitan. Ini tergantung posisi relatif pengamat terhadap arah tenggelamnya matahari di barat.

Camping

Berkemah di sekitar sungai

Berkemah di sekitar sungai

Beberapa lokasi khususnya di sekitar aliran sungai Pampaea cocok untuk tempat berkemah. Sayangnya kualitas air di lokasi ini berubah-ubah tergantung musim. Pada musim-musim dengan curah hujan sangat tinggi, debit air besar dan keruh sehingga kurang bagus untuk dikonsumsi. Sebaliknya saat musim kemarau panjang, debit air sungai kecil/tidak mengalir. Inipun kurang cocok untuk dikonsumsi. Saat yang paling baik berkemah adalah pertengahan musim penghujan dan kemarau dimana debit air tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Kondisi airnya jernih sehingga layak konsumsi.

Waktu yang paling baik untuk berkemah adalah bulan Juni-Agustus setiap tahunnya. Lokasi berkemah sebaiknya menjauhi lokasi peneluran maleo agar tidak mengganggu kehidupan satwa langka ini. Hindari menebang pohon. Jika ingin mencari kayu bakar sebaiknya memanfaatkan kayu kering, serasah atau membawa kayu dari luar kawasan.

Mencapai Lokasi

Peta wisata menuju Bukit Pampaea

Peta wisata menuju Bukit Pampaea

Dari arah Kendari, Bukit Pampaea dapat dicapai dengan memanfaatkan jalur : Baruga – Punggaluku – Tinanggea – Palang II – Bukit Pampaea. Rute Baruga-Palang II merupakan jalan beraspal dengan kualitas bagus, dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat (pribadi / angkutan). Tersedia angkutan yang melayani jalur Baruga-Bombana dengan tariff Rp 50.000,- / orang dengan tujuan Palang I. Setelah mengurus tiket masuk di Kantor Balai TNRAW, perjalanan dapat dilanjutkan dengan sewa motor/ojeg ke lokasi. Lebih bagus lagi kalau telah memiliki kendaraan pribadi. Dari Palang I menuju Palang II memakan waktu sekitar 30 menit melintasi jalan aspal selebar 9 m. Perjalanan kemudian dilanjutkan melintasi jalan setapak menuju Bukit Pampaea dengan waktu tempuh sekitar 30-60 menit. Sebagian jalan setapak ini masih berupa tanah liat, jadi disarankan waktu kunjungan lebih baik menghindari bulan-bulan dengan curah hujan sangat tinggi.

Selamat mencoba !!

Artikel Terkait:

Baca Juga artikel lainnya:

One thought on “Asiknya Obyek Wisata Alam Bukit Pampaea TN Rawa Aopa Watumohai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s