Sebagian Layanan USGS dan NASA Ditutup Sementara, Citra Landsat EarthExplorer Tidak Bisa Diakses

Penutupan sementara layanan USGS 1 Oktober 2013

Penutupan sementara layanan USGS 1 Oktober 2013

Sejak 1 Oktober 2013, beberapa layanan publik USGS dan NASA yang biasanya dapat diakses bebas, kini fasilitas itu untuk sementara tidak bisa dinikmati lagi. Ini merupakan dampak dari instruksi  Presiden US, Barack Obama, kepada pemerintah federal US untuk menghentikan beroperasinya layanan publik yang bersifat tidak vital dan merumahkan sebagian pegawainya. Pemerintah US mengalami kesulitan anggaran disebabkan oleh belum disepakatinya RUU APBN Amerika Serikat sampai pada batas waktu yang seharusnya. RUU ini menemui jalan buntu karena ada perbedaan pandangan Kongres, kubu Republik-Demokrat, tentang program kesehatan Obamacare sebagaimana dijanjikan oleh Presiden Obama dalam kampanyenya. Salah satu layanan yang dihentikan adalah akses online terhadap arsip citra gratis yang selama ini disediakan oleh USGS EarthExplorer, seperti citra landsat (MSS, TM, ETM, LDCM), dan lain sebagainya )***.

Layanan USGS sumber daya air dipertahankan

Layanan USGS sumber daya air dipertahankan

Beberapa layanan tidak dapat lagi dinikmati seperti biasa, contohnya sebagian sistem pada situs NASA dan situs cabang-cabangnya : Reverb, ECHO, LANCE, GIBS, URS, Worldview, dan the Earthdata Collaboration Environment (ECE). Penghentian ini juga terjadi pada layanan Website USGS.gov dan beberapa situs cabang USGS, semisal www.earthexplorer.usgs.gov. Namun demikian sebagaian layanan yang dianggap penting/vital (tentunya versi pemerintah US) masih dipertahankan seperti layanan informasi ecosystem (peta penyakit, pusat kesehatan satwa liar), Natural hazard (informasi bahaya erosi pantai, gempa bumi, operasional kondisi darurat, aktifitas geomagnetik, tanah longsor dan gunung berapi) dan informasi terkait sumber daya air. Ini dapat dilihat pada layanan informasi sumber daya air situs USGS :  http://water.usgs.gov/ dan beberapa situs kebencanaan USGS yang masih memberikan layanan seperti biasanya meskipun tidak full. Sebagian besar situs USGS lainnya sementara ini tidak beroperasi lagi.

Pada situs http://mv-voice.com/news, Juru bicara USGS, Justin Pressfield, menyatakan bahwa akibat krisis anggaran di US, lebih dari 8.600 pekerja full-time akan dipensiunkan dan hanya sekitar 43 pekerja saja yang akan dipertahankan (umumnya mereka menangani misi hazard seperti penanganan gunung berapi dan longsor dimana posisi ini cukup vital bagi keselamatan masyarakat).

Pengurangan layanan USGS atas informasi bencana gunung berapi

Pengurangan layanan USGS atas informasi bencana gunung berapi

Selain NASA dan USGS, konservasi di Amerika juga terkena dampak langsung dari krisis anggaran ini. Dalam rangka penghematan, pemerintah US juga merumahkan petugas di berbagai Taman Nasional di Amerika Serikat. Petugas-petugas yang mengurusi/merawat satwa dikecualikan dan masih dipertahankan.

Penghentian layanan citra gratis oleh USGS ini harusnya menjadi peringatan dini bagi para rimbawan kita untuk melakukan diversifikasi pengembangan IPTEK bidang remote sensing. Dengan diversifikasi ini, seharusnya ketergantungan yang cukup tinggi pada produk remote sensing dari US dapat dikurangi dan perlu akselerasi terhadap penelitian-penelitian yang memanfaatkan produk remote sensing dari negara-negara lain, semisal Jepang atau Perancis.

Sayangnya, tren tingkat pemanfaatan produk remote sensing bidang kehutanan saat ini masih searah dengan seberapa murah biaya yang diperlukan untuk mendapatkan produk tersebut. Inilah yang menjadikan produk remote sensing dari USGS (menyediakan citra gratis dengan kualitas/kuantitas yang baik) sulit tergantikan. Pasca penghentian layanan USGS ini, nasib layanan citra gratis akan ada 3 kemungkinan : dihentikan untuk selamanya, dilanjutkan seperti semula (open akses) dan dilanjutkan tetapi berbayar.

Dari ketiga kemungkinan tersebut, opsi kedua dan ketiga sepertinya yang paling memungkinkan. Opsi pertama, bisa saja diambil dengan alasan penghematan anggaran dan pengalihan budget pada bidang-bidang lain yang lebih produktif atau menyentuh kebutuhan dasar masyarakat US. Dan Brown, penulis buku best seller “Da Vinci Code”, menuliskan dalam buku “Deception Point” dengan sangat persuasif tentang program NASA (pemasok produk remote sensing untuk USGS) sebagai pemborosan anggaran belanja Amerika Serikat.

Untuk memperkuat pendapat dalam ceritanya, Dan Brown sampai harus melukiskan bahwa penyelamatan program NASA memerlukan temuan spektakuler yang membuat warga Amerika dan dunia tetap memandang kompetensi NASA. Dalam hal ini, temuan spektakuler tersebut digambarkan sebagai temuan tanda-tanda kehidupan di luar angkasa, dimana pada akhir cerita dinyatakan bahwa ini hanya hasil rekayasa. Meskipun jalan cerita dibuat begitu masuk akal, kemungkinan di dunia nyata sepertinya kecil.

Menghentikan program NASA berarti membuang dengan percuma investasi milyaran dolar yang telah dihabiskan pemerintah US untuk NASA. Ini juga akan menghentikan ambisi US sebagai pengembang teknologi antariksa terdepan. Jangan pernah lupa, negara-negara maju lain (Jepang, Perancis, Kanada, dkk) juga mengembangkan teknologi antariksa dan berpotensi untuk mengejar apa yang telah dicapai oleh US saat ini. Yang lebih parah lagi, penghentian program NASA dan diakuinya sebagai pemborosan anggaran akan menyebabkan untrust rakyat US pada pemerintahnya dan berpotensi menjadi krisis multidimensi.

Kemungkinan kedua, Pemerintah US akan menjalankan program distribusi gratis citra open akses sebagaimana dilakukan sebelum dihentikan pada bulan Oktober 2013. Ini sangat mungkin terjadi sebagai salah satu bentuk konsistensi program berkelanjutan pemerintah US di bidang pengembangan teknologi antariksa. Pemerintah US sudah berpengalaman dalam menghadapi krisis semacam ini 17 tahun yang lalu, jadi kemungkinan pemerintah US dapat mengatasi dengan baik permasalahan sejenis sehingga program-program yang sempat terhenti kembali berjalan normal. Sementara kemungkinan ketiga, berlanjut dengan produk berbayar, sebagai bentuk akomodasi atas keinginan untuk penghematan anggaran dan melanjutkan program juga besar kemungkinannya. Sayangnya, dampak kemungkinan ini akan menarik sejarah layanan citra USGS kembali ke belakang, yaitu ke masa-masa ketika pengguna harus membeli untuk mendapatkan citra landsat.

Hal lain yang juga menarik dari proses ini adalah kesimpulan pemerintah US tentang urgensi teknologi antariksa dan pengelolaan Taman Nasional sebagai program yang dianggap kurang penting, sehingga bisa ditunda. Apakah ini disebabkan kebijakan US yang menempatkan lingkungan sebagai prioritas yang rendah (seperti saat menolak meratifikasi protokol Kyoto) ataukah ada sebab-sebab lainnya, sepertinya ini akan menjadi rahasia para pengambil kebijakan di negeri Paman Sam.

Satu hal yang pasti, terancamnya program NASA dan USGS akibat krisis anggaran perlu dicermati. Ini dapat menjadi bahan kajian untuk menemukenali dan mengembangkan teknologi remote sensing alternatif dengan memanfaatkan citra/teknologi dari negara-negara lainnya. Meskipun demikian, menjadi harapan kita bersama agar layanan citra open akses ini dapat segera diaktifkan kembali karena sangat membantu dalam pengelolaan sumber daya alam. Semoga.

Catatan :

)*** : Mengingat layanan www.earthexplorer.usgs.gov ditutup, untuk mendapatkan arsip citra landsat sebelum 1 Oktober 2013 (MSS, TM, ETM+, ALI) silahkan mengunjungi situs alternatif : http://glcfapp.glcf.umd.edu:8080/esdi/index.jsp

One thought on “Sebagian Layanan USGS dan NASA Ditutup Sementara, Citra Landsat EarthExplorer Tidak Bisa Diakses

  1. Ping-balik: perbandingan-penafsiran-citra-visual-dan-digital-untuk-analisis-penutupan-lahan-di-kawasan-hutan | Syafraufgisqu.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s