Tahapan Skoring Fungsi Kawasan Hutan dengan ArcGIS 10

Analisis Spasial dengan metode skoring dapat dilakukan dengan software ArcGIS 10. Dalam tutorial ini, data-data yang digunakan hanya sekedar contoh dan tidak menggambarkan lokasi tertentu. Berikut ini langkah-langkah untuk membuat skoring dalam rangka rekomendasi fungsi kawasan hutan :

  • Siapkan data shapefiles dari peta-peta pendukung, seperti data batas kawasan, kelerengan, jenis tanah, curah hujan dan data-data terkait kawasan lindung seperti data sungai, garis pantai, sebaran gambut, elevasi, mata air atau batas area yang memiliki kepentingan khusus (budaya, RTH, dll).
  • Data kelerengan, jenis tanah dan curah hujan disimpan dalam bentuk data vektor (shp), jika masih berupa raster rubah menjadi shp. Data kelerengan dapat diekstrak dari data DEM yang bersumber pada GDEM atau SRTM. Untuk mendapatkan data SRTM dan DEM lainnya dapat diakses dari situs ini. Unduh data SRTM saja silahkan  mengunjungi link : ini , atau Aster GDEM : link ini.

  • Kelaskan data kelerengan, jenis tanah dan curah hujan sesuai pengkelasan data pada 3 tabel mengacu SK Mentan Nomor  837/Kpts/Um/11/80.
Skor setiap kelas kelerengan sesui SK Mentan Nomor 837/Kpts/Um/11/80

Skor setiap kelas kelerengan sesui SK Mentan Nomor 837/Kpts/Um/11/80 (diolah)

Skor setiap kelas jenis tanah sesui SK Mentan Nomor 837/Kpts/Um/11/80

Skor setiap kelas jenis tanah sesui SK Mentan Nomor 837/Kpts/Um/11/80 (diolah)

Skor setiap kelas curah hujan sesui SK Mentan Nomor 837/Kpts/Um/11/80

Skor setiap kelas curah hujan sesui SK Mentan Nomor 837/Kpts/Um/11/80 (diolah)

  • Buka tabel pada layer kelerengan dengan klik kanan dan ‘Open Table’ (langkah 1), buat kolom baru untuk menempatkan skor kelas lereng dengan tool ‘Add Field’ (langkah 2) dan beri nama kolom dengan type Double (langkah 3).

skoring fungsi kawasan hutan 1

  • Tekan tombol ‘Editor’ (langkah 1), masukkan nilai skor pada masing-masing kelas (langkah 2).

skoring fungsi kawasan hutan 2

  • Kalau sudah selesai tekan ‘Stop Editing’

skoring fungsi kawasan hutan 3

  • Simpan hasil pengeditan dengan memilih tombol ‘Yes’. Lakukan hal yang sama untuk layer jenis tanah dan curah hujan.

skoring fungsi kawasan hutan 4

  • Lakukan operasi union : Analysis Tools >> Overlay >> Union (langkah 1), lalu masukkan ketiga layer (langkah 2), lihat hasilnya (langkah 3), beri nama file out put (langkah 4) lalu tekan ‘OK’ (langkah 5).

skoring fungsi kawasan hutan 5

  • Buka tabel file hasil operasi Union dengan klik kanan ‘Open Table’ (langkah 1), hapus kolom-kolom ID yang tidak diperlukan dengan klik kanan dan pilih “Delete Field’ (langkah 2).

skoring fungsi kawasan hutan 6

  • Tambahkan kolom untuk skor total dengan ‘Add Field’ (langkah 1) dan beri nama kolom dengan type Double (langkah 2). Lalu klik tombol ‘OK’ (langkah 3).

skoring fungsi kawasan hutan 7

  • Sorot kolom skor total dan klik kanan, pilih ‘Field Calculator’.

skoring fungsi kawasan hutan 8

  • Masukkan formula penjumlahan skor kelerengan + skor jenis tanah + skor curah hujan (langkah 1), klik ‘OK’ (langkah 2).

skoring fungsi kawasan hutan 9

  • Lakukan ‘Select by attribute’ dan masukkan kriteria skor (langkah 1), klik tombol ‘Apply’ (langkah 2) dan beri nama “Kawasan Hutan Produksi Tetap” (langkah 3). Klik tombol ‘OK’ (langkah 4).

skoring fungsi kawasan hutan 10

  • Lakukan hal yang sama untuk kawasan hutan produksi terbatas dan kawasan hutan lindung.

skoring-fungsi-kawasan-hutan-0

skoring fungsi kawasan hutan 12

  • Atur tampilan file out put jenis kawasan hutan dengan klik kanan layer : Properties >> Symbology. Hasilnya tampak seperti gambar berikut.

skoring fungsi kawasan hutan 13

  • Untuk mengeluarkan area-area yang memiliki kriteria sebagai kawasan lindung, masukkan layer-layer shp yangmenunjukkan kriteria kawasan lindung, misalnya peta sebaran gambut dengan kedalaman > 3 m. Lakukan operasi Union : Analysis Tools >> Overlay >> Union (langkah 1), lalu masukkan kedua layer (langkah 2), lihat hasilnya (langkah 3), beri nama file out put (langkah 4) lalu tekan ‘OK’ (langkah 5).

skoring fungsi kawasan hutan 14

  • Lakukan pemblokan untuk select/ pemilihan baris-baris di luar atribut area gambut > 3 m (langkah 1), klik kanan pada kolom keterangan untuk memilih ‘Field Calculator’ dan masukkan nama kolom jenis kawasan hutan (langkah 2).  Klik tombol ‘OK’ (langkah 3).

skoring fungsi kawasan hutan 15

  • Tampilkan hasilnya dengan klik kanan layer : Properties >> Symbology. Hasilnya tampak seperti gambar berikut.

skoring fungsi kawasan hutan 16

Artikel Terkait:
Baca Juga artikel lainnya:

16 thoughts on “Tahapan Skoring Fungsi Kawasan Hutan dengan ArcGIS 10

  1. terima kasih..
    tapi bagaimana masalah kawasan hutan yang ditetapkan oleh kementerian kehutaan yang semakin berubah-ubah. metode apa yang mereka terapkan. saya di provinsi riau sangat kecewa sekali mengenai peta sk 878. masa dalam satu tahun sampai 3 kali perubahan. sehingga pembangunan di riau terhambat dan semakin dipersempit dengan kawasan hutan yang entah berantah datangnya.

    • hasil skoring ini sebagai proses awal penetapan fungsi kawasan hutan, selanjutnya disinkronisasi dengan kepentingan daerah maupun nasional. Perubahan fungsi kaw hutan dapat terjadi dengan usulan Pemda shg seringkali kaw hutan berubah-ubah. Smoga hutan kita lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s