Peta Indikatif Penundaan Ijin Baru Pemanfaatan Hutan, Penggunaan Kawasan Hutan dan Perubahan Peruntukkan Kawasan Hutan dan APL Sultra telah Released

Peta Moratorium Pemanfaatan Hutan di Sultra (Kemenhut, 2012)

Peta Moratorium Ijin Baru Pemanfaatan Hutan di Sultra (Kemenhut, 2012)

Menjelang akhir tahun 2012, Kementerian Kehutanan mengesahkan dan mempublikasikan Penundaan Ijin Baru Pemanfaatan Hutan, Penggunaan Kawasan Hutan dan Perubahan Peruntukkan Kawasan Hutan dan APL sesuai SK Menteri Kehutanan Nomor SK.6315/Menhut-VII/IPSDH/2012 pada bulan Nopember 2012. Ini merupakan revisi ketiga setelah sebelumnya melakukan revisi tahap dua. Terlepas dari substansi yang ada pada SK tersebut, satu hal yang cukup mendasar dan penting dengan adanya peta ini adalah kesepakatan antar lembaga dalam memproduksi satu peta tematik berstandar yang dapat diakses publik, satu peta yang diacu bersama. Satu langkah positip sebagai wujud komitmen pada pengembangan jaringan geospasial terintegrasi yang mencerahkan bagi masyarakat.

Sebagaimana keterangan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan, peta ini menggunakan 4 acuan standar tunggal, yaitu :

  • peta dasar yang didukung jaring kontrol geodetik,
  • one reference: satu peta tematik dengan mengacu pada standar nasional Indonesia,
  • one database: satu pangkalan data peta spasial dan nonspasial,
  • one geoportal: satu alamat web berisi semua informasi ini yang dapat diakses masyarakat.

Kementerian Kehutanan sendiri telah mempublikasikan penerbitan SK ini melalui alamat web resminya http://www.dephut.go.id pada tanggal 27 Nopember 2012. Dalam release tersebut disampaikan bahwa luas areal penundaan izin baru revisi III menjadi sebesar 64.796.237 ha berkurang sebesar 485.655 ha dari Revisi II. Pengurangan luasan terjadi karena pemantapan luas baku sawah, hasil survei lahan gambut, hasil survei hutan primer, konfirmasi Bupati dan Pemegang izin lokasi, pemutakhiran data izin (pemanfaatan hutan dan penggunaan kawasan hutan, pemutakhiran data pelepasan kawasan hutan, pemutakhiran data bidang tanah (BPN-RI), perubahan data gambut dari Kementerian Pertanian, serta adanya perubahan data hasil tata ruang.

Peta lokasi yang dipublikasikan mencakup dua format, yaitu *.jpg dan *.shp. Jadi bagi masyarakat yang telah familiar dengan program GIS, dapat membuka file format *.shp pada sebagian besar software-software berbasis GIS seperti Arc GIS, Arc View, dan banyak open sources atau aplikasi berbayar lainnya. Peta tersebut diproduksi dalam skala tinjau 1 : 250.000. Melihat cakupan wilayahnya, resolusi peta termasuk cukup baik karena meliputi seluruh wilayah Indonesia.

Penghargaan yang tinggi patut diberikan kepada jajaran Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup, BPN dan Kementerian Kehutanan serta Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan atas koordinasi lintas lembaga yang telah dilakukan dan mempublikasi secara luas produk SK Menhut 6315/2012. Semoga ini bisa mengurangi terjadinya konflik pemanfaatan ruang (lahan) dan tumpang tindih kawasan hutan di Indonesia.

Bagi yang mau download peta indikatif lampiran Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.6315/Menhut-VII/IPSDH/2012 skala 1:250.000, silahkan didownload :

  1. Format *.shp, ada 4 bagian (diekstrak bersama pakai WinRAR), download di sini : Bagian I, Bagian II, Bagian III, Bagian IV.
  2. Format *.jpg, download dilihat di link alamat ini.  Untuk wilayah Sulawesi Tenggara bagian Selatan (Kolaka, Bombana, Konawe dan Konsel), dapat diunduh di sini.

Sumber data :

1. http://www.ukp.go.id/

2. http://www.dephut.go.id

Artikel Terkait:
Baca Juga artikel lainnya:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s