Kriteria Lahan Basah untuk Pengusulan dan Penetapan Situs Ramsar

Situs Ramsar adalah situs lahan basah yang diusulkan oleh negara anggota untuk ditetapkan di dalam daftar lahan basah penting Internasional berdasarkan kerangka konvensi Ramsar. Setiap anggota setidaknya wajib menunjuk 1 situs untuk diusulkan ke dalam daftar tersebut. Sampai artikel ini ditulis, 20 Oktober 2012, setidaknya telah ditetapkan 2.062 situs Ramsar berasal dari 163 negara anggota. Luas totalnya mencapai 197.258.541 hektar dan lokasinya tersebar di berbagai negara. Untuk dapat diusulkan sebagai situs Ramsar, ada kriteria yang harus dipenuhi oleh suatu situs lahan basah.

Sekilas konvensi Ramsar

Konvensi Ramsar adalah perjanjian antar negara anggota untuk berkomitmen dalam memelihara proses-proses ekologis lahan basah penting internasional serta berupaya untuk mengelola kawasan lahan basah di wilayahnya secara bijaksana dengan prinsip pemanfaatan lestari. Terkait penggunaan istilah, dinamakan sebagai Konvensi Ramsar mengacu pada sebuah kota di Iran bernama “Ramsar”, lokasi perumusan konvensi ini pada tahun 1971. Perjanjian ini tidak berafiliasi dengan kesepakatan multilateral PBB sebagaimana banyak kesepakatan-kesepakatan lingkungan global lainnya. PBB dan UNESCO bertindak sebagai Depository konvensi, namun konvensi ini bukan bagian dari UNESCO. Konvensi hanya bertanggung jawab pada Konferensi Negara Anggota (COP). Untuk keperluan manajemen, Standing Committee yang dibentuk oleh COP memilih anggota Sekretariat Jenderal yang melaksanakan tugas administrasi sehari-hari. Karena ditunjuk oleh COP, maka Sekretariat Jenderal bertanggung jawab kepada COP, bukan PBB atau UNESCO. Sekretariat Konvensi saat ini berkedudukan di Gland, Switzerland.

Mengapa lahan basah dilindungi ?

Konvensi Ramsar mendefinisikan lahan basah sebagai kawasan berair yang terdiri atas wilayah payau, rawa, gambut, atau perairan, baik alami maupun buatan, permanen atau temporer (sementara), dengan air yang mengalir atau diam, tawar, payau, atau asin, termasuk pula wilayah dengan air laut yang kedalamannya di saat pasang rendah (surut) tidak melebihi 6 meter.

Lahan basah merupakan kawasan konsentrasi tinggi bagi sebagian besar jenis burung, mamalia, reptil, amfibi, ikan dan binatang tak bertulang belakang. Lahan basah juga berperan penting bagi berbagai jenis flora yang hidup bergantung padanya. Sebagian flora memiliki nilai yang sangat penting bagi kehidupan global, contohnya adalah padi. Lebih dari setengah penduduk dunia mengkonsumsi beras. Tumbuhan ini hidup pada lahan basah.

Lahan basah juga memegang peranan penting bagi pemenuhan kebutuhan manusia akan air bersih. Berkembangnya peradaban dan populasi penduduk dunia saat ini telah meningkatkan konsumsi air bersih sampai pada tingkat yang sangat tinggi. Diperkirakan konsumsi ini akan menjadi lebih besar lagi seiring pertambahan penduduk dunia sampai tahun 2025, sampai pada tingkat high water stressed condition.

Kawasan ini juga berfungsi dalam memepertahankan keseimbangan iklim serta berperan dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat sekitarnya. Pemenuhan kebutuhan ini dapat berupa pemanfaatan flora dan fauna yang hidup bergantung pada lahan basah (seperti ikan, udang, kepiting, dll) maupun potensi wisata yang dimilikinya.

Sayangnya, peran penting lahan basah ini kurang dihargai sebagaimana mestinya. Sulitnya pengukuran nilai ekosistem lahan basah dalam bentuk nilai-nilai ekonomi yang dapat diterima publik makin membuat kawasan ini terancam. Konversi lahan, pencemaran, perusakan dan eksploitasi berlebihan terhadap lahan basah menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan serta eksistensi lahan basah di masa mendatang. Diperlukan upaya terpadu, tidak hanya dalam satu negara melainkan kerjasama lintas negara, dalam rangka membendung kerusakan lahan basah dunia. Peran kerjasama internasional ini menjadi sangat penting terutama terkait perlindungan lahan basah yang memiliki karakter ekologis menjangkau lebih dari satu negara.

Kriteria identifikasi calon situs Ramsar

Dalam rangka kerjasama internasional perlindungan lahan basah, setiap anggota dapat mengusulkan lebih dari satu situs untuk ditetapkan sebagai lahan basah penting internasional (Situs Ramsar). Indonesia sendiri sampai saat ini telah memiliki 6 situs Ramsar, yaitu TN Rawa Aopa Watumohai Sulawesi Tenggara, TN Sembilang, TN Berbak, Danau Sentarum, TN Wasur dan Pulau Rambut.

Adapun kriteria-kriteria yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi lahan basah penting secara internasional terbagi menjadi 9 kriteria. Kriteria-kriteria tersebut dapat dijumpai pada Strategic Framework and guidelines for the future development of the List of Wetlands of International Importance, tersedia pada handbook ke-14 dari the Ramsar Handbooks for the Wise Use of Wetlands. Kesembilan kriteria mencakup kriteria mengenai keunikan tipe lahan basah, komunitas spesies dan ekologinya, burung air, ikan dan taksa lainnya. Berikut kriteria-kriteria lahan basah yang disepakati :

Grup A : keterwakilan, langka atau keunikan

Kriteria 1: Memiliki keterwakilan, kelangkaan, atau keunikan dari tipe lahan basah wilayah biogeografi tempat lahan basah tersebut berada atau wilayah lain yang masih berdekatan.

Grup B : pelestarikan keanekaragaman hayati

Kriteria berdasarkan ekologi spesies dan komunitas

Kriteria 2: Mendukung spesies rentan, langka, atau sangat terancam punah atau terancam secara ekologis.

Kriteria 3: Mendukung populasi tanaman dan / atau spesies hewan yang penting untuk menjaga keanekaragaman hayati suatu wilayah biogeografi tertentu.

Kriteria 4: Mendukung spesies tanaman dan / atau hewan yang berada dalam tahap kritis dalam siklus hidup mereka, atau memberikan perlindungan selama kondisi buruk.

Kriteria berdasarkan keberadaan burung air

Kriteria 5: Secara teratur mendukung 20.000 ekor atau lebih burung air.

Kriteria 6: Secara teratur mendukung 1% dari keseluruhan jumlah populasi dari spesies atau sub spesies burung air dunia.

Kriteria berdasarkan keberadaan ikan

Kriteria 7: Mendukung subspesies, spesies atau keluarga ikan asli, tahapan hidupnya, interaksi dan / atau populasi yang mewakili manfaat lahan basah dan / atau memberikan kontribusi terhadap keragaman hayati dunia.

Kriteria 8: Merupakan sumber penting makanan ikan, tempat pemijahan, pembibitan dan / atau jalur migrasi ikan, baik di dalam lahan basah atau di tempat lain yang berhubungan.

Kriteria berdasarkan keberadaan taksa lainnya

Kriteria 9: Secara teratur mendukung 1% dari individu taksa lain (selain ikan dan burung air) yang memiliki ketergantungan hidup pada lahan basah baik untuk level spesies atau subspesies.

Indonesia sendiri saat ini memiliki 40,5 juta ha lahan basah, sekitar 16 juta ha diantaranya terdapat di kawasan konservasi. Dari 40,5 juta ha lahan basah tersebut, 20 juta ha berupa hutan rawa gambut, 4,5 juta ha mangrove, perairan air tawar, terumbu karang dan ekosistem pantai.

Referensi : Publikasi pada http://www.ramsar.org

Artikel Terkait:
Baca Juga artikel lainnya:

One thought on “Kriteria Lahan Basah untuk Pengusulan dan Penetapan Situs Ramsar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s