Daftar Spesies Prioritas Nasional Untuk Katagori Mamalia di Indonesia

Walaupun Indonesia tergolong cukup kaya akan jenis-jenis mamalia (704 jenis), mamalia Indonesia sulit dijumpai di alam karena sifatnya yang tersembunyi (secretive) dan cenderung menghindar dari manusia. Mamalia berukuran besar pun sulit ditemukan di habitat aslinya. Hal ini menyebabkan kurangnya informasi mengenai distribusi dan populasi. Bahkan sifat-sifat biologi dan ekologi beberapa jenis mamalia masih belum dapat diketahui dengan pasti, khususnya mamalia air.
Kelas Primata sebetulnya termasuk mamalia. Mengingat bahwa Indonesia memiliki banyak jenis primata dan banyak diantaranya perlu diprioritaskan, maka kelompok Primata ini dikelompokkan tersendiri. Selain itu, diantara spesies mamalia, ada juga yang merupakan mamalia akuatik. Mengingat bahwa terdapat pengelompokan khusus terhadap spesies yang hidup di laut (bahari) dan di air tawar, dapat saja suatu spesies ditentukan menjadi spesies proritas oleh para pakar mamalia dan juga oleh para pakar satwa akuatik.

A. Jenis Spesies

Berikut ini adalah daftar spesies-spesies prioritas nasional untuk taksa Mamalia menurut Permenhut Nomor P 57 Tahun 2008 :

 No

Nama Spesies

Keterangan

Prioritas Sangat Tinggi
1 Pesut mahakam (Orcaella brevirostris) Dijumpai di perairan Sungai Mahakam, Danau Jempang, Danau Semayang dan Danau Melintang. Populasi satwa ini terus menyusut akibat habitatnya terganggu, terutama makin sibuknya lalu-lintas perairan sungai Mahakam, serta tingginya tingkat erosi dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya. Kelestarian Pesut mahakam juga diperkirakan terancam akibat terbatasnya bahan makanan berupa udang dan ikan, karena harus bersaing dengan para nelayan di sepanjang Sungai Mahakam.
2 Badak sumatera (Dicerorhinus sumatraensis) Mengalami penurunan populasi. Sebaran di Sumatera semakin menyempit akibat hilangnya habitat (TN Bukit Barisan Selatan dan TN Gunung Leuser). Diperkirakan jumlahnya hanya sekitar 200-300 ekor saja. Sulit bereproduksi. Ancaman populasi berasal dari pemburuan (untuk cula) dan kerusakan habitat.
3 Musang Sulawesi (Macrogalidia muschenbroeki) Satu-satunya spesies karnivora Sulawesi, merupakan salah satu jenis mamalia darat yang hampir tidak dikenal. Bersifat soliter dan ditemukan di hutan-hutan dataran rendah hingga dataran tinggi di Sulawesi Utara dan Tenggara. Populasi di alam masih belum diketahui
4 Babi kutil (Sus verrucosus) Dikategorikan sebagai terancam punah (EN) oleh IUCN. Hanya bisa dijumpai di Jawa, populasi sangat menurun karena diburu, baik untuk diambil daging atau karena dianggap hama. Jenis ini sering disamakan dengan jenis babi hutan biasa (Sus scrofa) karena kurangnya informasi.
5 Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) Tersebar hampir di seluruh Sumatera. Populasi menurun karena fragmentasi habitat dan perubahan tataguna lahan. Aktivitas perburuan juga tinggi. Kini diperkirakan hanya terdapat sekitar 400 ekor harimau saja, tersebar pada hutan-hutan yang terfragmentasi.
6 Gajah sumatera (Elephas maximus) Populasinya tersebar pada beberapa blok hutan di Sumatera (Aceh, Riau, Bengkulu dan Lampung). Populasi cenderung menurun karena perburuan, konflik dengan masyarakat dan berkurangnya habitat.
7 Babirusa (Babirousa babyrussa) Endemik Sulawesi. Menghuni hutan yang relatif belum terjamah manusia. Populasi terus menurun karena diburu untuk diambil dagingnya dan karena kerusakan habitat.
8 Anoa dataran tinggi (Bubalus quarlesi) Endemik Indonesia, tersebar di Sulawesi. Populasinya menurun terutama akibat perburuan dan hilangnya habitat. Belum ada data tentang jumlah populasinya di alam.
9 Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) Endemik Indonesia, tersebar di Sulawesi. Populasinya menurun terutama akibat perburuan dan hilangnya habitat. Data tentang populasi dan penyebaran masih terbatas.
Prioritas Tinggi
10 Kambing gunung (Capricornis sumatraensis sumatraensis) Endemik Pulau Sumatera. Jumlah populasi belum diketahui, namun cenderung turun dengan drastis karena perburuan untuk daging, kulit dan tanduknya, serta karena pengurangan habitat. Kini hanya dapat ditemukan di gunung-gunung di Aceh, Kerinci dan Bukit Barisan.
11 Duyung (Dugong dugon) Mamalia laut besar pemakan lamun (seagrass) yang menghabiskan seluruh hidupnya di laut. Banyak diburu untuk kulit, daging, tulang dan giginya. Populasinya menyusut dengan cepat dan jarang dapat di temukan lagi pada habitat aslinya. Dilaporkan tahun 1970 populasi duyung mencapai 10.000 ekor dan tahun 1994 diperkirakan hanya sekitar 1.000 ekor.
12 Banteng (Bos javanicus) Jenis ungulata besar yang semakin langka. Saat ini mungkin hanya kurang dari 10.000 banteng asli yang ada di alam liar dan populasi tersebut mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Tercatat sebagai satwa dilindungi dan dimasukkan dalam Apendiks I CITES.
13 Gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis) Dikenal juga sebagai gajah kerdil (Pygmy Borneo Elephant), merupakan sub-spesies gajah Asia. Di Indonesia hanya terdapat di Kalimantan Timur (Nunukan dan Sabah), dengan jumlah populasi kecil (populasi Indonesia antara 60-100). Total populasi di Indonesia dan Malaysia diperkirakan 1.000-1.500 ekor.
14 Beruang madu (Helarctos malayanus) Merupakan beruang terkecil di dunia, tingginya sekitar 1,2 m. Hidup nokturnal, di daerah hutan hujan tropis di Asia Tenggara. Saat ini beruang madu terancam karena berkurangnya habitat dan perburuan liar, baik untuk diambil dagingnya atau kepentingan pengobatan tradisional. Banyak orang Cina percaya bahwa empedu beruang madu memiliki kekuatan menyembuhkan yang spesial. Beruang madu terdaftar sebagai terancam oleh IUCN dan tercatat pada Apendiks I CITES.
15 Badak jawa (Rhinoceros sondaicus) Hanya tersebar di Taman Nasional Ujung Kulon. Walaupun populasinya relatif stabil (50-60 ekor) selama puluhan tahun, namun aktivitas perburuan mengancam keberadaannya. Populasi Badak jawa ini merupakan populasi terkecil diantara 5 jenis badak yang ada di dunia.
16 Tutul jawa (Panthera pardus mela) Di Indonesia saat ini hanya terdapat di Pulau Jawa dengan sebaran sempit. Hidup soliter, populasi menurun akibat perburuan dan kerusakan habitat, diperkirakan kini hanya tersisa 350-700 ekor, terutama di kawasan konservasi di Jawa. Dikategorikan sebagai EN dan telah masuk ke Apendiks I CITES.
17 Tapir (Tapirus indicus)
Di Indonesia hanya dijumpai di Sumatera. Populasi menurun disebabkan hilangnya habitat. Hidupnya nokturnal dan soliter. Habitatnya adalah hutan dataran tinggi dan dataran rendah yang banyak perdapat sumber air permanen. Walaupun sering dicatat dalam berbagai kegiatan pemantauan, namun data yang tersedia sangat sedikit.

B. Arahan Kebijakan Khusus

Kebijakan untuk spesies-spesies mamalia yang diprioritaskan untuk dikonservasi pada umumnya hampir serupa, yakni melakukan riset yang terkait dengan populasi, distribusi dan habitat. Selain itu, diperlukan pula kawasan khusus untuk melindungi spesies-spesies tersebut.

Matriks arahan kebijakan khusus untuk kelompok mamalia.

No

Spesies

Penelitian

Perlindungan

Pemanfaatan

1

Pesut mahakam

(Orcaella brevirostris)

Populasi, distribusi, habitat

Danau Melintang, Semayang, Jampang

Ekowisata danau

2

Badak sumatera

(Dicerorhinus sumatraensis)

Populasi

Penetapan kawasan khusus

3

Musang Sulawesi

(Macrogalidia muschenbroekii)

Populasi, distribusi, habitat

Penetapan kawasan khusus

4

Babi kutil

(Sus verrucosus)

Populasi, distribusi, habitat

Penetapan kawasan khusus

Penangkaran

5

Harimau sumatera

(Panthera tigris sumatrae)

Populasi, distribusi, habitat

Penetapan kawasan khusus

6

Gajah sumatera

(Elephas maximus)

Populasi, distribusi, habitat

Penetapan kawasan khusus

Ekowisata, patroli

7

Babirusa

(Babirousa babyrussa)

Populasi, distribusi, habitat

Penetapan kawasan khusus

Penangkaran

8

Anoa dataran tinggi

(Bubalus quarlesi)

Populasi, distribusi, habitat

Penetapan kawasan khusus

Penangkaran

9

Anoa dataran rendah

(Bubalus depresicornis)

Populasi, distribusi, habitat

Penetapan kawasan khusus

Penangkaran

10

Kambing gunung (Capricornis sumatraensis sumatraensi)

Populasi, distribusi, habitat

Penetapan kawasan khusus

11

Duyung

(Dugong dugon)

Populasi, distribusi, habitat

Penetapan kawasan khusus

12

Banteng

(Bos javanicus)

Populasi, distribusi, habitat

Penetapan kawasan khusus

Penangkaran

13

Gajah Kalimantan

(Elephas maximus borneensis)

Populasi, distribusi, habitat

Penetapan kawasan khusus

14

Beruang madu

(Helarctos malayanus)

Populasi, distribusi, habitat

Penetapan kawasan khusus

15

Badak jawa

(Rhinoceros sondaicus)

Populasi, distribusi, habitat

Penetapan kawasan khusus

Ekowisata

16

Tutul jawa

(Panthera pardus melas)

Populasi, distribusi, habitat

Penetapan kawasan khusus

17

Tapir

(Tapirus indicus)

Populasi, distribusi, habitat

Penetapan kawasan khusus

Sumber : Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.57/Menhut-II/2008 Tentang Arahan Strategis Konservasi Spesies Nasional 2008 – 2018

Artikel Terkait:
Baca Juga artikel lainnya:

2 thoughts on “Daftar Spesies Prioritas Nasional Untuk Katagori Mamalia di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s