Pola Pergerakan Air dari Rawa Aopa sampai ke Kendari

Citra terrain aliran air dari Rawa Aopa ke Kendari

Citra terrain aliran air dari Rawa Aopa ke Kendari (lokasi Rawa Aopa di pojok kiri bawah)

Sebagian besar kebutuhan air warga Kendari dipenuhi oleh PDAM Kota Kendari dengan menyedot air dari Sungai Sampara. Air bagi warga Kendari merupakan kebutuhan fital. Namun berapa banyak para pengguna air ini tahu bahwa air yang mereka konsumsi setiap hari berasal dari kawasan konservasi cantik yang bernama “Rawa Aopa”.

Bagaimana aliran air Sungai Sampara terbentuk ?

Sungai Sampara cukup dikenal di Sulawesi Tenggara. Selain disebabkan oleh perannya sebagai pemasok air bagi warga Kendari, Sungai ini memiliki aliran memotong jalur padat Kendari-Unaaha-Kolaka. Sehingga keberadaan sungai ini amat mudah dikenali. Kalau dari Kendari menuju Unaaha, sungai ini dapat dijumpai setelah melewati Puuwatu.

Berawal dari iseng buka Google map, diperoleh citra terrain Google tersebut di atas. Ternyata Sungai Sampara berasal dari 3 rute, yaitu Abuki (Konaweha), Wawotobi dan Rawa Aopa. Rawa Aopa terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama merupakan daerah hulu yang berada di dalam kawasan konservasi TN Rawa Aopa Watumohai. Bagian lainnya berada di bagian bawahnya, berada di luar kawasan TNRAW. Kedua bagian tersebut dibatasi oleh jembatan Pewutaa.

Pola aliran air dari Rawa Aopa sebagai berikut : Air dari Rawa Aopa (di citra tertulis danau Wowotobi) mengalir ke arah timur memotong jalur jalan beraspal dari Motaha ke Unaaha menuju Rawa Aopa bagian bawah/ hilir. Badan air Rawa Aopa dipasok lagi oleh sungai yang berasal dari Konaweha. Selanjutnya aliran perpaduan ini menuju ke arah timur. Aliran danau Wowotobi ini selanjutnya bertemu dengan aliran sungai dari daerah Wawotobi. Perpaduan yang kedua ini menghasilkan satu aliran sungai yang cukup deras yang bernama “Sungai Sampara”.

Masih ada warga Kendari yang mengaku sama sekali belum pernah mengkonsumsi air dari Rawa Aopa ????🙂

Peta Rawa Aopa-Kendari

Peta Rawa Aopa-Kendari

Kalau pakai peta Provinsi Sulawesi Tenggara, posisi Rawa Aopa tertulis W. Wowotobi (di pojok kiri bawah), padahal itu adalah Rawa Aopa. Dalam konteks ini nama W. Wowotobi punya makna sama dengan Rawa Aopa. Dengan peta ini kita bisa melihat posisi relatif Rawa Aopa terhadap daerah-daerah di sekitarnya. Sebagai sebuah peta wilayah, peta ini cukup informatif, meskipun ada beberapa hal yang masih perlu updating.

Citra Google Rawa Aopa-Kendari

Citra Google Rawa Aopa-Kendari

Rawa Aopa yang Unik

Berbeda dengan dua aliran air lainnya (Abuki dan Wawotobi), Hulu sungai di Rawa Aopa memiliki karakteristik tutupan air yang unik. Kawasan langsung berhulu di hutan dan gunung Makaleleo, serta membentuk daerah tutupan air yang luas. Kondisi ini dimanfaatkan oleh berbagai jenis burung air untuk bermain dan mencari makan. Sehingga wajar jika Rawa Aopa banyak disebut sebagai pusat habitat burung air di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ekologi Rawa Aopa juga menarik perhatian para peneliti asing. Sebagian mereka mempublikasikan ekologi Rawa Aopa ini di dalam jurnal ilmiah Cambridge, Amerika Serikat. Pengen baca abstraknya ??? Klik di sini.

Karena membentuk sebuah ekosistem rawa, Rawa Aopa juga dihuni oleh berbagai macam vegetasi khas rawa termasuk ikan-ikannya. Jika ada kesempatan melewati Rawa Aopa, ada baiknya membeli oleh-oleh ikan gabus yang udah diasap. Lumayan buat lauk di rumah.

Ingin tahu lebih lanjut, silahkan berkunjung langsung. Dari Kendari, Rutenya bisa dua arah. Rute pertama : Kendari – Unaaha – Lambuya – Puriala – Rawa Aopa. Rute kedua : Kendari – Ranumeto – Angata – Rawa Aopa. Semua jalan udah beraspal, bisa pakai roda empat. Jarak yang ditempuh sekitar 80 km atau 1 jam perjalanan.

Artikel Terkait:
Baca Juga artikel lainnya:

3 thoughts on “Pola Pergerakan Air dari Rawa Aopa sampai ke Kendari

  1. ikan rawa aopa kini sudak kecil2 itu dikarnakan makin banyakx nelayan2rawa,..perlu adax penangnan pemerintah terkait hususx dines perikanan,dan rawa aopa banyak di tumbuhi enceng gondok,kok pemerintah tdk terpikir ut mengolah enceng gondok tersebut? tuk dijadikan kerajinan.jangancuman hasil tambangx aja yg dikelola brooo

  2. wah saya melihat dari peta bagus sekali kemarin datang tapi tidak sempat mampir dikarenakan waktu survay sudah habis salam dari Bandung , Jawa barat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s