Memahami Proses-Proses Kehidupan Dalam sebuah Ekosistem Hutan

Pengertian hutan menurut Undang-undang No. 41 tahun 1999 adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Sedangkan pengertian sumber daya alam hayati (menurut Undang-undang No. 5 tahun 1990) adalah unsur-unsur hayati di alam yang terdiri dari sumber daya alam nabati (tumbuhan) dan sumber daya alam hewani (satwa) yang bersama dengan unsur non hayati di sekitarnya secara keseluruhan membentuk ekosistem.

Dari pengertian ini dapat diketahui bahwa unsur utama dalam sebuah hutan adalah tumbuhan dan diantaranya terdapat berbagai jenis satwa yang saling bergantung membentuk sebuah ekosistem. Di dalam habitat alaminya, ekosistem hutan menerima air dari hujan, kemudian air itu sebagian diserap dan sebagian lainnya ditahan di dalam perakarann pepohonan. Air merupakan bahan dasar untuk berfotosintesis tumbuhan sehingga menghasilkan bahan makanan untuk pertumbuhan tanaman dan sebagian sisanya disimpan dalam bentuk buah-buahan sebagai cadangan makanan.

Gb. 1  Puluhan burung air terbang dari ekosistem Rawa Aopa (btnraw, doc)

Allah berfirman :

“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al Ana’am : 99)

Gb. 2  Hutan dataran rendah TNRAW (btnraw doc)

A. Hutan Bagi Kehidupan

Hutan merupakan karunia yang sangat besar bagi manusia. Allah menciptakan hutan dengan kekayaan sumberdaya alam hayati dan non hayati yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan umat manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Berbagai perabot rumah tangga yang terbuat dari kayu, rumah, meja, kursi dan alat rumah tangga berbahan dasar kayu lainnya merupakan salah satu hasil hutan. Belum lagi pemanfaatan hasil hutan non kayu seperti damar, getah perca, gula aren, sagu, buah-buahan, atap rumbia, rotan dan umbut agel. Hasil-hasil hutan ini disadap dan diambil oleh masyarakat dari dalam kawasan hutan, dimana secara ekonomi sangat membantu meningkatkan pendapatan keluarga mereka.

Umat manusia juga memperoleh manfaat tidak langsung dari sumber daya hutan. Air yang senantiasa mengalir, udara yang sejuk, panorama pemandangan alam yang indah, pencegahan banjir dan erosi menjadi manfaat yang dirasakan oleh manusia, tidak hanya bagi mereka yang bermukim di sekitar hutan namun di tempat-tempat yang letaknya jauh dari kawasan hutan.

Hutan juga menjadi hunian/tempat tinggal beraneka jenis flora dan fauna yang memberi manfaat bagi manusia. Flora dan fauna hidup berdampingan dalam interaksi-interaksi yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Fauna membutuhkan flora untuk sumber makanan, tempat berteduh, tempat bersarang, tempat berlindung dan tempat bertengger. Flora juga memerlukan fauna karena kotorannya dapat menjadi pupuk dan CO2 yang dibuang dapat menjadi bahan dalam proses fotosintesis. Beberapa jenis satwa juga memegang peranan penting membantu penyerbukan tanaman. Satwa-satwa tanah melakukan fungsi dekomposisi unsur hara yang sangat penting artinya untuk meningkatkan porositas dan kesuburan tanah. Semuanya berjalan dengan seimbang dan saling melengkapi satu dengan lainnya sebagai satu nikmat yang sangat besar bagi umat manusia.

Allah SWT menundukkan sebagian dari hewan dan tumbuhan itu untuk dipelihara dan diambil manfaatnya bagi keperluan manusia. Allah menundukkan kuda sehingga manusia bisa mengendarainya, Allah juga menundukkan sapi sebagai binatang yang dapat diperah susunya dan diambil dagingnya, Allah juga menundukkan berbagai jenis tanaman pertanian yang dapat dibudidayakan dan diambil hasilnya untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sebagaimana difirmankan Allah SWT :

”Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.” (QS. Lukman : 20)

Bayangkan jika binatang-binatang itu tidak dapat dijinakkan, tentu hidup manusia akan terasa sulit. Dalam sejarah peradaban manusia sejak jaman dahulu sampai sekarang, ketergantungan manusia pada binatang ternak belum bisa dihilangkan. Ini merupakan satu bukti kekuasaan-Nya.

B.     Hutan dan Alam Sebagai Sumber Pengetahuan dan Kebijakan

Marilah kita sejenak menerawang dan membayangkan bahwa kita sedang berada di tengah hutan. Selanjutnya melihat dan memperhatikan secara seksama hutan dengan segala isi dan fungsinya. Kemudian mendengarkan dengan sungguh-sungguh suara-suara yang ada di hutan, termasuk suara yang berada di dalam dan sekitar hutan. Setelah itu, cobalah rasakan suasana yang ada di hutan dengan perasaan yang sangat mendalam. Apa yang anda rasakan?

Berbagai jenis pohon, perdu, semak sampai berbagai jenis lumut hidup di hutan. Demikian pula berbagai jenis satwa besar seperti gajah, jerapah, banteng, badak, anoa, harimau, singa; berbagai jenis satwa kecil seperti kadal, biawak, kupu-kupu, belalang, capung, cicak dan semut hidup di dalam hutan. Meskipun sangat beragam jenis-jenis tumbuhan dan satwa tersebut, akan tetapi mereka bisa hidup saling berdampingan dan saling memberi manfaat.

Beberapa jenis anggrek, paku-pakuan dan berbagai jenis tumbuhan liana hidupnya tergantung kepada pohon karena batang dan ranting adalah habitatnya. Satu pohon besar dapat menjadi habitat lebih dari sepuluh tumbuhan lainnya. Pohon ini juga dapat menjadi tempat bergantung puluhan atau bahkan ratusan jenis hewan baik yang menerima manfaat secara langsung maupun tidak langsung dari pohon itu. Mereka bisa hidup saling berdampingan dan masing-masing bisa saling memberikan manfaat kepada yang lainnya.

Beberapa jenis burung memakan biji-bijian yang berasal dari pohon atau tumbuhan hutan dan untuk berkembang biak mereka membuat sarang diantara cabang-cabang atau dahan pohon. Sedangkan beberapa jenis burung dapat membantu penyebaran biji sehingga tumbuh pohon lagi dan seterusnya.

“Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah.” (QS. Al Mulk : 4)

Tidakkah kita menemukan kesempurnaan dari proses-proses yang berjalan rapi tersebut ?? Siklus hidup yang tidak bisa dikatakan serba kebetulan.

C.     Segala yang Berada di Alam Tidak Ada yang Sia-sia

Alam telah menyediakan seluruhnya bagi semua kebutuhan manusia. Tuhan tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia, melainkan semua yang ada di alam memiliki manfaat. Adapun adanya anggapan tentang adanya jenis tumbuhan dan hewan yang tidak bermanfaat itu disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan manusia atas segala sesuatu yang ada di alam.

“Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.” (QS. Al- Anbiyaa’ : 16)

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.” (QS. Shaad : 27)

Berbagai jenis tumbuhan dengan berbagai ukurannya mulai dari pepohonan yang berukuran besar seperti pohon beringin, meranti, bayur, rengas, pinus; pepohonan yang berukuran sedang seperti pisang, lamtoro, pandan, gebang sampai tumbuhan yang berukuran kecil seperti rumput, pakis, semak dan lumut masing-masing memiliki manfaat. Satu dengan lainnya memegang peranan yang penting dalam suatu ekosistem, baik peranan langsung maupun tidak langsung. Semua peranan-peranan itu tidak bisa diabaikan.

Semua yang ada di alam memiliki ketergantungan satu dengan lainnya. Kerusakan atau kepunahan satu jenis tumbuhan atau hewan akan berdampak pada spesies yang lain. Tumbuhan besar memiliki ketergantungan pada tumbuhan kecil, tumbuhan kecil pun memiliki ketergantungan pada tumbuhan besar. Hewan besar memiliki ketergantungan pada hewan kecil dan sebaliknya. Hewan dan tumbuhan masing-masing juga terjadi interaksi dan memiliki ketergantungan satu dengan yang lainnya.

Di dalam kehidupan kita sehari-hari, kita sering mengabaikan jenis-jenis tumbuhan tertentu yang kita anggap tidak ada manfaatnya. Kita ambil contoh tumbuhan ilalang. Ilalang tumbuh di mana-mana. Kita sering menganggapnya tanaman pengganggu (gulma) dari pada sebuah tanaman yang berguna. Padahal jika kita amati ternyata ilalang  memiliki banyak manfaat, yaitu :

  • Sebagai tanaman pionir. Ketika terjadi kebakaran atau bencana alam hebat yang menyebabkan hancurnya masyarakat tumbuhan dan hewan, maka tanah menjadi terbuka dan tandus. Berbagai macam jenis tumbuhan tidak mampu tumbuh. Hewan pun enggan datang karena tidak ada makanan di tempat itu. Jika kondisi ini terjadi pada musim hujan maka timbul erosi dan banjir membawa tanah-tanah terbuka ke sungai-sungai. Sehingga timbul pendangkalan. Di saat tumbuhan lain tidak bisa bertahan, ilalang tumbuh untuk pertama kalinya. Akar-akar ilalang mengikat tanah sehingga mencegah erosi di musim hujan. Daun-daunnya yang lebat menutup permukaan tanah yang tandus, sehingga merubah bentang alam yang tandus menjadi hamparan ilalang yang indah.
  • Sebagai sumber makanan binatang. Ilalang yang tumbuh lebat mengundang binatang-binatang untuk datang. Rusa, jerapah, banteng, anoa, zebra dan kancil menyukai ilalang sebagai sumber makanan yang bergizi. Kedatangan binatang-binatang ini tentu saja akan merangsang kedatangan karnivora besar seperti harimau, singa, anjing hutan dan citah.
  • Sebagai tempat berlindung. Ilalang yang terhampar luas merupakan tempat berlindung puluhan bahkan ribuan binatang seperti semut, belalang, rusa, kancil, kadal, biawak, capung dan berbagai jenis serangga lainnya. Bayangkan jika ilalang tidak ada, hewan-hewan tersebut tidak akan dapat hidup.
  • Ilalang menginisiasi tumbuhan lain untuk tumbuh. Pada umumnya biji-bijian tidak dapat tumbuh pada tanah yang terbuka dan kering. Ilalang memberi tempat perlindungan bagi biji-bijian yang datang akibat terbawa angin atau disebarkan burung sehingga tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sehingga memberi kesempatan biji tersebut untuk tumbuh di sela-sela ilalang dan membentuk masyarakat pepohonan yang lebat.
  • Sebagai bahan obat-obatan alami. Pernahkah kita berpikir kenapa rusa selain memakan daun ilalang, kadangkala mencabut perakarannya dan memakannya ? Ternyata pada perakaran dan pangkal ilalang itu mengandung zat-zat yang berkasiat obat. Perasan akar ilalang ini bisa digunakan untuk mengobati dan mencegah penyakit pencernaan, liver, darah tinggi dan lain-lain.

Demikian juga jenis-jenis tumbuhan dan satwa lainnya memiliki manfaat yang tak kalah penting dengan ilalang. Bisakah menyebutkan contoh lainnya ?

D.    Falsafah dari Sebuah Pohon

Dari dahulu kala, alam telah mengajarkan banyak hal pada manusia. Alam adalah gudang pengetahuan dan kearifan yang luar biasa yang tiada pernah berhenti memberi pengajaran pada manusia, terutama bagi orang-orang yang berpikir. Ilmu yang disediakan alam tak akan pernah habis dikupas sampai kapanpun juga. Alam juga memiliki kearifan sehingga kita juga harus memperlakukan alam dengan arif pula.

Pada satu pohon saja kita bisa mendapatkan banyak pengetahuan. Di sini terdapat puluhan bahkan ratusan proses-proses kehidupan yang unik. Para ahli biologi membagi satu pohon yang tinggi ke dalam beberapa masyarakat kehidupan karena keunikan masing-masing. Contohnya adalah pohon beringin, maka masyarakat tumbuhan dan satwa yang memiliki ketergantungan pada pohon ini digambarkan sebagai berikut;

  • Masyarakat 1 merupakan masyarakat hewan dan tumbuhan di atas tajuk. Umumnya diisi oleh burung  pemangsa. Contohnya elang, burung hantu dan gagak.
  • Masyarakat 2 merupakan masyarakat hewan dan tumbuhan di tajuk bagian atas. Umumnya dihuni oleh burung dan mamalia yang sebagian besar makanannya terdiri dari buah dan daun serat sebagian kecil memakan madu dan serangga.
  • Masyarakat 3 merupakan masyarakat hewan dan tumbuhan di tajuk bagian tengah untuk satwa liar yang dapat terbang dari jenis burung pemakan serangga dan kelelawar.
  • Masyarakat 4 merupakan masyarakat hewan dan tumbuhan di tajuk bagian tengah untuk satwa liar yang kadang-kadang turun ke bawah. Biasanya dari mamalia dan reptilia, seperti kera, monyet, cicak, tupai, tokek dan ular pohon.
  • Masyarakat 5 merupakan masyarakat hewan besar dan tumbuhan di lantai hutan. Dihuni oleh beberapa jenis karnivora dan herbivora. Contohnya rusa, babi hutan, banteng dan harimau.
  • Masyarakat 6 merupakan masyarakat hewan kecil dan tumbuhan di lantai hutan. Contohnya biawak, ular tanah, belalang, tikus, trenggiling, kadal dan cacing.

Demikian pula dengan masyarakat tumbuhan, pada pohon beringin itu terdapat stratifikasi jenis-jenis tumbuhan yang hidup di tanah sampai ujung tajuk pohon. Anggrek, lumut, semak, paku-pakuan sampai rumput-rumputan hidup bergantung baik secara langsung maupun tidak langsung pada pohon beringin. Dapat dibayangkan apabila pohon beringin ini ditebang maka berapa jumlah hewan dan tumbuhan yang akan mati akibat kehilangan tempat bergantung.

“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Al Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.” (QS. Al Anaam : 38)

Tiadalah kita temukan kealpaan dalam ciptaan-Nya. Semua telah diatur pembagian rizki nya. Semua bisa saling berbagi satu dengan lainnya.

E.     Menjaga Alam Tanggung Jawab Siapa ?

Sejarah telah membuktikan bahwa di jaman dahulu ketika jumlah manusia masih sedikit, alam masih bagus memberikan manfaat yang optimal bagi semua kehidupan yang ada di dalamnya. Rusa, kancil, babi hutan, rangkong, burung jalak, burung beo dan beraneka jenis satwa lainnya dapat dijumpai dengan mudah di alam sekitar. Tetapi sekarang manusia telah merampas sebagian kehidupan mereka dengan membuat berbagai macam kerusakan lingkungan. Hutan sebagai habitat mereka dibabat, kawasan bakau tempat mereka mencari makan dirubah menjadi tambak, dan mereka diburu dimanapun mereka berada. Seolah-olah tiada tempat yang aman untuk mereka. Kearifan alam yang terjaga dengan baik terganggu oleh ulah manusia.

Alam akan membalas setiap tindakan yang menimpanya. Jika alam dibangun maka alam akan memberikan berbagai manfaat yang besar. Sebaliknya, jika alam diganggu maka alam akan memberikan bencana pada manusia. Kenapa banjir terjadi ? Banjir terjadi karena hutan diperlakukan tidak adil. Pepohonan ditebang dan manusia enggan menanam kembali. Kenapa erosi terjadi ? Erosi terjadi karena tumbuhan yang seharusnya menguikat tanah agar tidak terbawa air dihancurkan dan dirusak. Kenapa tikus merajalela di areal persawahan ? Salah satunya karena burung hantu dan ular yang harusnya memakan mereka kita bunuh dan kita buru. Dahulu orang bisa minum air mentah langsung dari sungai, kenapa sekarang kita sakit perut kalau meminum air mentah ? Hal ini karena mata-mata air dirusak dan sungai dijadikan tempat pebuangan sampah.

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar Ruum : 41)

Jadi apakah dengan demikian kita biarkan alam berkembang dengan sendirinya ? Tidak…! Tekanan terhadap alam akibat ulah manusia sudah demikian beratnya. Maka yang diperlukan alam adalah tindakan-tindakan manusia untuk membangun, menjaga dan memperbaiki lingkungan yang rusak. Kita melakukan semua itu agar alam memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kepentingan seluruh manusia, karena alam akan memberikan manfaat jika diperlakukan dengan baik. Manusia dan alam dapat hidup berdampingan dan saling menguntungkan.

Menjaga hutan dan alam adalah kewajiban kita semua, baik laki-laki, perempuan, dewasa maupun anak-anak. Tugas ini bukan hanya tugas pemerintah. Dan semua orang bisa berpartisipasi dalam menjaga dan membangun alam di sekitar kita. Rumusnya adalah 3 M, yaitu Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal-hal yang kecil dan Mulai dari sekarang juga. Menanam pohon, membuang sampah pada tempatnya dan tidak membakar hutan dengan semena-mena, itu adalah tindakan-tindakan kecil yang mudah dikerjakan tetapi bermanfaat bagi alam.

“Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.” (QS. Al Ara’af : 10)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s